Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

07 Mei, 2010

HIPERKALEMIA

DEFINISI
Hiperkalemia (kadar kalium darah yang tinggi) adalah suatu keadaan dimana konsentrasi kalium darah lebih dari 5 mEq/L darah.

Biasanya konsentrasi kalium yang tinggi adalah lebih berbahaya daripada konsentrasi kalium yang rendah.
Konsentrasi kalium darah yang lebih dari 5.5 mEq/L akan mempengaruhi sistem konduksi listrik jantung.
Bila konsentrasi yang tinggi ini terus berlanjut, irama jantung menjadi tidak normal dan jantung akan berhenti berdenyut.

PENYEBAB
Hiperkalemia biasanya terjadi jika ginjal tidak mengeluarkan kalium dengan baik.
Mungkin penyebab paling sering dari hiperkalemia adalah penggunaan obat yang menghalangi pembuangan kalium oleh ginjal, seperti triamterene, spironolactone dan ACE inhibitor.

Hiperkalemia juga dapat disebabkan oleh penyakit Addison, dimana kelenjar adrenal tidak dapat menghasilkan hormon yang merangsang pembuangan kalium oleh ginjal dalam jumlah cukup.
Penyakit Addison dan penderita AIDS yang mengalami kelainan kelenjar adrenal semakin sering menyebabkan hiperkalemia.

Gagal ginjal komplit maupun sebagian, bisa menyebabkan hiperkalemia berat.
Karena itu orang-orang dengan fungsi ginjal yang buruk biasanya harus menghindari makanan yang kaya akan kalium.

Hiperkalemia dapat juga dapat terjadi akibat sejumlah besar kalium secara tiba-tiba dilepaskan dari cadangannnya di dalam sel.
Hal ini bisa terjadi bila:
- sejumlah besar jaringan otot hancur (seperti yang terjadi pada cedera tergilas)
- terjadi luka bakar hebat
- overdosis kokain.
Banyaknya kalium yang masuk ke dalam aliran darah bisa melampaui kemampuan ginjal untuk membuang kalium dan menyebabkan hiperkalemia yang bisa berakibat fatal.

GEJALA
Hiperkalemia ringan menyebabkan sedikit gejala.

Gejalanya berupa irama jantung yang tidak teratur, yang berupa palpitasi (jantung berdebar keras).

DIAGNOSA
Biasanya hiperkalemia pertama kali terdiagnosis pada pemeriksaan darah rutin atau karena ditemukannya perubahan pada pemeriksaan EKG.

PENGOBATAN
Pengobatan harus segera dilakukan jika kalium meningkat diatas 5 mEq/L pada seseorang dengan fungsi ginjal yang buruk atau diatas 6 mEq/L pada seseorang dengan fungsi ginjal yang normal.

Kalium bisa dibuang dari tubuh melalui saluran pencernaan atau ginjal ataupun melalui dialisa.
Kalium dapat dibuang dengan merangsang terjadinya diare dan dengan menelan sediaan yang mengandung resin pengisap kalium.
Resin ini tidak diserap di saluran pencernaan, sehingga kalium keluar dari tubuh melalui tinja.

Bila ginjal berfungsi dengan baik, diberikan obat diuretik untuk meningkatkan pengeluaran kalium.

Jika diperlukan pengobatan segera, dapat diberikan larutan intravena yang terdiri dari kalsium, glukosa atau insulin.
Kalsium membantu melindungi jantung dari efek kalium konsentrasi tinggi, meskipun efek ini hanya berlangsung beberapa menit saja.
Glukosa dan insulin memindahkan kalium dari darah ke dalam sel, sehingga menurunkan konsentrasi kalium darah.

Jika pengobatan ini gagal atau jika terjadi gagal ginjal, mungkin perlu dilakukan dialisa.

Artikel Terkait

05 Desember, 2008

Jadwal PTT Pusat 2009

------
Adapun jadwal PTT pusat 2009 adalah sebagai berikut:
1. Untuk PTT per 1 April/September maka daftarnya akhir Februari/Juli --> lama PTT nya bisa 6 bulan atau 1 tahun.
2. Untuk PTT per 1 Juni maka daftarnya Akhir April --> lama PTT 1 tahun.

------

Wabah Kolera di Zimbabwe : Keadaan Darurat

---
Pemerintah Zimbabwe mengumumkan keadaan gawat darurat atas wabah kolera yang dialami oleh negara tersebut menyusul kolapsnya sistem pelayanan kesehatan negara tersebut sehingga perlu bantuan pihak Internasioanal untuk bantuan obat-obatan, makanan, dan peralatan rumah sakit. Rumah-rumah sakit umum sebagian tutup karena kekurangan obat-obatan dan perlatan.

Wabah kolera di Zimbabwe mulai merebak pada November akhir 2008 kemarin dan sampai saat ini menewaskan hampir 600 orang dan 12.500 orang telah terinfeksi kolera yang kemungkinan dapat tewas jika tidak segera mendapat perawatan medis. Menteri kesehatan Zimbabwe, David Pariretnyawa, mengatakan rumah sakit pusat sudah tidak dapat berfungsi lagi dan menyatakan status genting tersebut pada pertemuan dengan petugas bantuan internasional dan mengharapkan bantuan uang untuk membeli makanan dan obat-obatan.

Epidemi kolera terjadi karena akibat kurangnya air bersih dan pipa saluran air yang rusak. Keadaan diperparah dengan resesi yang dialami negara tersebut sejak krisis global dimana terjadi inflasi yang sangat tinggi sehingga nilai uang tidak berharga lagi, membuat harga makanan dan obat-obatan sangat mahal dan sulit didapat. Adanya masalah politik setahn terakhir antara kubu pemerintah dengan pihak oposisi juga semakin memperparah keadaan.

Di tengah kondisi wabah yang sedang merebak dan keadaan politik yang tidak stabil selama hampir setahun, polisi antihuru-hara juga membubarkan massa aksi protes serikat buruh serta dokter dan perawat di Harare, ibukota negara tersebut. Aksi ini meminta pemerintah untuk menaikkan gaji dan mengecam nilai tukar dolar Zimbabwe yang terus merosot dan angka inflasi yang mencapai jutaan persen. Sebelumnya Zimbabwe merupakan salah satu negara dengan perekonomian terbaik di Afrika. Dengan adanya wabah ini maka menambah tekana pemerintah gna menyelamatkan Zimbabwe dari tepi kehancuran.

Menurut WHO (Badan Kesehatan PBB), wabah kolera juga telah mulai menyebar di negara tetangga Zimbabwe, antara lain Afrika Selatan, Botswana dan Mozambik. Awal pekan lalu pejabat tinggi Afrika Selatan mengatakan bahwa tempat penampungan air Afrika Selatan di sungai Limpopo yang menjadi batas wilayah Zimbabwe telah tercemar dengan Vibrio cholera, bakteri penyebab kolera. Federasi Internasional palang merah melaporkan 6 orang tewas karena kolera di Afrika Selatan dan 400 orang diperkirakan terinfeksi.

Para negara tetangga wilayah Afrika Selatan saat ini sedang membicarakan langkah penatalaksanaan kolera. Diskusi menjadi pokok persoalan paling penting saat ini. Presiden Afrika Selatan Kgalema Motlanthe merencanakan untuk mengadakan rapat kabinet "untuk membahas cara-cara yang bisa ditempuh Afrika Selatan dengan negara-engara lain di wilayah itu, meminta bantuan organisasi sosial dan kemanusiaan untuk situasi mendesak ini," ujar juru bicara Themba Maseko, Selasa waktu setempat.

Agen-agen PBB, kedutaan dan LSM dimintai bantuannya. "Kami butuh pool untuk menyatukan segala bantuan dan perlu memantau seberapa mampu kami merespons kondisi gawat darurat ini," ujar Agostino Zacarias, Direktur Program Pembangunan PBB di Zimbabwe.

---

24 November, 2008

FLU BURUNG

PENDAHULUAN

Penyakit flu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh
unggas. Penyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1
pada unggas di konfirmasikan telah terjadi di Republik Korea, Vietnam, Jepang, Thailand, Kamboja, Taiwan, Laos, China, Indonesia dan Pakistan. Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.

Di Indonesia pada bulan Januari 2004 di laporkan adanya kasus kematian ayam ternak yang luar biasa (terutama di Bali, Botabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Jawa Barat). Awalnya kematian tersebut disebabkan oleh karena virus new castle, namun konfirmasi terakhir oleh Departemen Pertanian disebabkan oleh virus flu burung (Avian influenza (AI)). Jumlah unggas yang mati akibat wabah penyakit flu burung di 10 propinsi di Indonesia sangat besar yaitu 3.842.275 ekor (4,77%) dan yang paling tinggi jumlah kematiannya adalah propinsi Jawa Barat (1.541.427 ekor). Pada bulan Juli 2005, penyakit flu burung telah merenggut tiga orang nyawa warga Tangerang Banten, Hal ini didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes Jakarta dan laboratorium rujukan WHO di Hongkong.

Melihat kenyataan ini seyogyanya masyarakat mewaspadai adanya penyakit flu burung, namun tidak perlu sampai timbul kepanikan.

1. Penyebab

Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A . Virus influenza termasuk famili Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift, Shift), dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Virus influenza tipe A terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N), kedua huruf ini digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya. Pada manusia hanya terdapat jenis H1N1, H2N2, H3N3, H5N1, H9N2, H1N2, H7N7. Sedangkan pada binatang H1-H5 dan N1-N9.

Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu burung adalah dari subtipe A H5N1. Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 220 C dan lebih dari 30 hari pada 00 C. Virus akan mati pada pemanasan 600 C selama 30 menit atau 560 C selama 3 jam dan dengan detergent, desinfektan misalnya formalin, serta cairan yang mengandung iodine.

2. Gejala

Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia.
a. Gejala pada unggas.
- Jengger berwarna biru
- Borok dikaki
- Kematian mendadak

b. Gejala pada manusia.
- Demam (suhu badan diatas 38o C)
- Batuk dan nyeri tenggorokan
- Radang saluran pernapasan atas
- Pneumonia
- Infeksi mata
- Nyeri otot

3. Masa Inkubasi

- Pada Unggas : 1 minggu
- Pada Manusia : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari .

4. Penularan

Flu burung menular dari unggas ke unggas, dan dari unggas ke manusia, Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung. Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika manusia telah menghirup udara yang mengandung virus flu burung atau kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung.

Sampai saat ini belum ada bukti yang menyatakan bahwa virus flu burung dapat menular dari manusia ke manusia dan menular melalui makanan.

5. Pencegahan

a. Pada Unggas:
1. Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung
2. Vaksinasi pada unggas yang sehat

b. Pada Manusia :

1. Kelompok berisiko tinggi ( pekerja peternakan dan pedagang)
a. Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.
b. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinsfeksi flu burung.
c. Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja).
d. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.
e. Membersihkan kotoran unggas setiap hari.
f. Imunisasi.

2. Masyarakat umum
a. Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup.
b. Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :
- Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya)
- Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ± 640C selama 4,5 menit.

6. Pengobatan

Pengobatan bagi penderita flu burung adalah:
1. Oksigenasi bila terdapat sesak napas.
2. Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus).
3. Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari.
4. Amantadin diberikan pada awal infeksi , sedapat mungkin dalam waktu 48 jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2 dosis. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari.

7. Tindakan Departemen Kesehatan

Dalam rangka mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh flu burung, Departemen Kesehatan mengambil beberapa tindakan, diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Melakukan Investigasi pada pekerja, penjual dan penjamah produk ayam di beberapa daerah KLB flu burung pada ayam di Indonesia (untuk mengetahui infeksi flu burung pada manusia)
b. Melakukan monitoring secara ketat terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan orang yang diduga terkena flu burung. hingga terlewati dua kali masa inkubasi yaitu 14 hari.
c. Menyiapkan 44 rumah sakit di seluruh Indonesia untuk menyiapkan ruangan observasi terhadap pasien yang dicurigai mengidap Avian Influenza.
d. Memberlakukan kesiapsiagaan di daerah yang mempunyai resiko yaitu provinsi Jabar, DKI Jakarta dan Banten serta membentuk POSKO di Ditjen PP & PL dengan nomor telepon/fax: (021) 425 7125
e. menginstruksikan kepada Gubernur pemerintah propinsi untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjangkitnya flu burung di wilayah masing-masing
f. Meningkatkan upaya penyuluhan kesehatan masyarakat dan membangun jejaring kerja dengan berbagai pihak untuk edukasi terhadap masyarakat agar masyarakat tetap waspada dan tidak panik
g. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan departemen pertanian dan pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan flu burung
h. mengumpulkan informasi yang meliputi aspek lingkungan dan faktor resiko untuk mencari kemungkinan sumber penularan oleh tim investigasi yang terdiri dari Depkes, Deptan dan WHO.


Sumber: Badan LitBang DEPKES

21 November, 2008

Beasiswa DEPKES untuk PPDS

Nah sekarang ini saya ingin membagi cerita sedikit nih tentang program beasiswa dari Depkes bagi yang ingin melanjutkan studi dokter spesialisnya. Banyak sebutan yang diberikan pada program ini, antara lain PPDS-BK alias PPDS DEPKES.

PPDS-BK sendiri merupakan kependekan dari PPDS berbasis kompetensi yang artinya peserta PPDS yang mengikuti program ini akan belajar berdasarkan modul-modul yang berbasis kompetensi, dimana kalo si PPDS td pinter n rajin bgt maka modulnya bisa dikuasai dalam waktu singkat sehingga lama sekolahnya bisa lebih cepet. Terus… kalo sudah di tingkat atas (Chief-red) maka harus mau dikirim ke tempat “yang membutuhkan” untuk tugas selama 3 bulan. Di sana ya bekerja di sesuai dengan spesialisanya tap masih dalam pengawasan pendidikannya. Nah..dsini jangan takut, karena si PPDS bakal dapet “fasilitas” dan “uang saku” yang bisa dibilang sangat lumayan lho (5 sampai 10 jt perbulan), bgt khan…..!

Sekarang mengenai beasiswa Depkes, kenapa sih pemerintah mengadakan program ini?? Depkes sendiri mengadakan program ini adalah untuk bertujuan pemerataan dokter spesialis di daerah-daerah supaya tidak menumpuk di perkotaan saja. Saya sendiri tidak tahu dengan pasti sejak kapan program ini dimulai, namun menurut infomasi yang ada kemungkinan program hanya sampai tahun 2010 (berarti 2 tahun lagi donk, berat.!! Coba untuk selamanya ya??).

Untuk tahun 2008 ini, DEPKES menargetkan sekitar 700 orang yang bakal menerima, namun karena kurangnya sosialisasi (masih banyak tuh yg belum tau, atau udah tau tapi gak tau cara daftarnya…ih makanya ngenet donk! ) maka hanya 250 orang yang keterima untuk periode bulan Juli 2008 (tau gak yg ikut sekitar 1400 orang). Untuk tahun 2009 nanti akan lebih banyak lagi jumlah beasiswa yang ditawarkan, sekitar 1700 calon PPDS (banyak khan ).

Terus apa fasilitas apa aja yg bakal diterima si pemenang beasiswa?? Nah menurut
orang2 yang telah mendapatkan beasiswa ini maka DEPKES akan membiayai semua biaya sekolah selama sekolah spesialis, termasuk “uang sumbangan masuk” dan uang saku selama masa studi.

Ini kira2 jumlah uang yang bakal diterima sang PPDS:
•TOTAL Rp 359.200.000,- dengan rincian:
1.Biaya Saat mendaftar dan Ujian masuk di Universitas yang dituju Rp 11.200.000,-
a.Biaya pendaftaran Rp 50.000,-
b.Biaya transport dan akomodasi untuk seleksi Rp 5.800.000,-
c.Seleksi akademik di FK Rp 2 jt
d.Biaya perjalanan untuk belajar setelah diterima Rp 3.350.000,-

2.Biaya kuliah selama 5 tahun adalah Rp 288.000.000 dengan rincian:
a.SPP 4jt (x 2smstr x 5 th) = 40 jt
b.BOP 20jt (x 2smstr x 5 th) = 200 jt
c.Buku dan Referensi 10 jt
d.Kursus wajib 20 jt
e.Karya Ilmiah 10 jt
f.Ujian akhir nasional 5 jt
g.Dana pengembangan kolegium 3 jt

3.Tunjangan biaya hidup @ 1 jt (x 12 bln x 5 th) = 60 jt

Uh…capek ya ngitung duit…tapi ingat duit yang banyak tuh adalah sebagai kontrak sang PPDS dengan DEPKES untuk bersedia ditempatan di area yang membutuhkan dokter spesialis yang sesuai peta kebutuhan yang ada di DEPKES selama 2n (n= masa studi kita) namun menurut sumber yang ga jelas, beasiswa itu hanya untuk study yang mayor saja, namun ada beberapa orang yang ngambil minor (mata) dan ternyata dapat, so coba aja dulu ya khan…..

Untuk syarat pendaftar sendiri masih belum jelas, jadi ada baiknya langsung ke Dinkes setempat kali ya… Dari informasi yang saya dapat beasiswa ini ditujukan bagi yang sudah PNS, Non PNS (PTT/Post PTT) atau bagi residen yang sudah study dan sedang stase. Untuk yang terakhir dapat mengajukan permohonan tersebut ke KPS bagian atau ke Kadinkes propinsi berdasarkan usulan dari Dinkes Kab/Kota dan sekalian dengan daerah penempatan yang diinginkan tetapi tetap berdasarkan peta DEPKES. Namun tetap diprioritaskan bagi yang PNS.

Oia sedikit gambaran, kalo kamu keterima menjadi calon PPDS DEPKES bukan berarti Kamu pasti lulus di terima sebagai peserta PPDS fakultas Universitas tertentu. Jadi kamu tetap akan menjalani serangkaian tes dan kelengkapan syaratnya. Jadi anda harus tetap mempersiapkan diri untuk ujian di universitas, kalo tidak ya tetap saja OUT….

Sekarang bagaimana caranya mendaftar? Pertama-tama yang kamu lakukan adalah mendatangi Dinkes Kab/Kota setempat atau langsung Dinkes Propinsi. Disna kamu dapat menanyakan perihal tentang beasiswa DEPKES ini. Kamu akan melengkapi berbagai berkas untuk dkirim ke DEPKES antara lain :

1.Surat ijin tugas belajar dari dinkes asal t4 tugas yg ditujukan ke Sekjen Dinkes RI cq bag.kepegawaian
2.Surat permohonan peserta tubel yg ditujukan ke s.d.a.
3.Surat pernyataan bersedia ditempatkan di mana saja sesuai dgn ketentuan depkes
4.Surat rekomendasi IDI setempat yg menyatakan bhw pemohon tidak pernah melanggar kode etik kedokteran Indonesia.
5.Fotokopi ijazah +transkrip nilai (S.ked+Profesi) all dilegalisir.
6.FOtokopi SK CPNS+SK terakhir+DP3 terakhir (utk PNS)
7.Surat ket.berbadan sehat dari RS pemerintah utk pemohon, suami/isteri, dan anak.
8.Bukti transfer biaya formulir pndftrn PPDS ke Bank BNI Capem UI Salemba rek.no.000.6693.996 a.n PPDS/CHS (cek lagi)
9.Fotokopi STR
10.Materai 6000 siapx 10 lmbr
11.Pasfoto warna/htm pth 5 lmbr 4×6

NB: semua berkas di atas 5 rangkap.

So guys…selamat mencoba ya!

18 November, 2008

Demam Tifoid (Tifus)

Tahukan anda apa itu demam tifoid atau orang awam sering menyebutnya dengan penyakit tifus?

Demam tifoid adalah salah satu penyakit infeksi pada daerah tropik (cth: Indonesia) yang cukup sering dan berkaitan dengan kebersihan lingkungan khususnya kebersihan air dan makanan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella tiphy yang penularannya secara fekal-oral, artinya melalui makanan dan tinja.

Adapun gejala-gejala yang paling sering dialami adalah seorang yang menderita tifus adalah demam, dimana polanya sangat khas yaitu suhu badan pada pagi hari dapat sedikit naik atau malah normal dan suhu akan mengalami kenaikan saat mulai sore atau malam hari. pola ini sangat khas, sehingga pada anak-anak dapat bersekolah dan bermain seperti biasa dan sorenya baru mulai merasa demam. Keluhan lainnya sangat tidak khas, mulai dari lemas, dan badan pegal-pegal serta nyeri kepala. Sakit perut dan keluhan seperti diare dapat juga terjadi namun tidak selalu, dimana sakit perut biasanya di daerah perut kanan atas. Demam dapat terjadi selama 5 sampai 21 hari.

Adapun pola klasik dari gejala demam tifus adalah sebagai berikut:
  1. Minggu pertama : demam yang setiap hari suhunya lebih tinggi daripada hari sebelumnya dan terjadi bakterimia (bakteri di dalam darah) sehingga pada minggu ini seorang dokter dapat mengkultur bakteri Salmonella tiphy dari darah penderita.
  2. Minggu kedua : nyeri perut, khususnya di perut kanan atas dan munculnya bintik-bintik merah di badan. Nyeri perut ini berkaitan dengan bakteri yang akhirnya sampai di hati dan kandung empedu dan merkembang biak disitu. Disini dokter dapat mulai melakukan uji widal (sensitifitasnya rendah, spesifisitas tinggi).
  3. Minggu ketiga : hepatosplenomegali (pembesaran hati dan limfa) dan juga terjadinya perdarahan dan perforasi usus (bocornya usus dan luka-luka) akibat bakteri yang sudah berada di jaringan limfa usus. Disini dapat terjadi bakterimia sekunder (yg primer pada minggu pertama) dan peritonitis (radang selaput perut) yang berbahaya.
Penyakit tifus sendiri bukanlah penyakit yang berbahaya, apalagi setelah era ditemukannya antibiotik. Namun bagi anda yang anggota keluarganya menderita tifus sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit dan perlu untuk dimondokkan di rumah sakit atau puskesmas. Hal ini terkait dengan pemberian antibioti yang teratur, istirahat total dan dari segi makanan.

Seseorang penderita tifus perlu beristirahat total agar sistem imunnya kuat untuk melawan kuman tifus sehingga mencegah komplikasi seperti peritonitis (radang selaput perut) dan sepsis (bakteri di seluruh tubuh/darah). Diharapkan dengan beristirahat total di tempat tidur maka lamanya sakit dapat berkurang. Perlu juga di perhatikan jenis makanan yang boleh dimakan oleh penderita. Ada baiknya penderita memakan makanan yang lunak dahulu hingga sembuh. Hal ini karena pada usus penderita juga sedang terjadi proses infeksi, sehingga dengan makanan lunak dapat membantu kerja usus dalam mencerna makanan.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang penyakit demam tifoid (tifus). Ada benarnya pepatah tentang lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena penyakit ini disebabkan memakan makanan/minuman yang kurang bersih maka sebaiknya perhatikanlah kebersihan makanan yang anda makan erleih dahulu.