Tahukan anda apa itu demam tifoid atau orang awam sering menyebutnya dengan penyakit tifus?
Demam tifoid adalah salah satu penyakit infeksi pada daerah tropik (cth: Indonesia) yang cukup sering dan berkaitan dengan kebersihan lingkungan khususnya kebersihan air dan makanan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella tiphy yang penularannya secara fekal-oral, artinya melalui makanan dan tinja.
Adapun gejala-gejala yang paling sering dialami adalah seorang yang menderita tifus adalah demam, dimana polanya sangat khas yaitu suhu badan pada pagi hari dapat sedikit naik atau malah normal dan suhu akan mengalami kenaikan saat mulai sore atau malam hari. pola ini sangat khas, sehingga pada anak-anak dapat bersekolah dan bermain seperti biasa dan sorenya baru mulai merasa demam. Keluhan lainnya sangat tidak khas, mulai dari lemas, dan badan pegal-pegal serta nyeri kepala. Sakit perut dan keluhan seperti diare dapat juga terjadi namun tidak selalu, dimana sakit perut biasanya di daerah perut kanan atas. Demam dapat terjadi selama 5 sampai 21 hari.
Adapun pola klasik dari gejala demam tifus adalah sebagai berikut:
Demam tifoid adalah salah satu penyakit infeksi pada daerah tropik (cth: Indonesia) yang cukup sering dan berkaitan dengan kebersihan lingkungan khususnya kebersihan air dan makanan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella tiphy yang penularannya secara fekal-oral, artinya melalui makanan dan tinja.
Adapun gejala-gejala yang paling sering dialami adalah seorang yang menderita tifus adalah demam, dimana polanya sangat khas yaitu suhu badan pada pagi hari dapat sedikit naik atau malah normal dan suhu akan mengalami kenaikan saat mulai sore atau malam hari. pola ini sangat khas, sehingga pada anak-anak dapat bersekolah dan bermain seperti biasa dan sorenya baru mulai merasa demam. Keluhan lainnya sangat tidak khas, mulai dari lemas, dan badan pegal-pegal serta nyeri kepala. Sakit perut dan keluhan seperti diare dapat juga terjadi namun tidak selalu, dimana sakit perut biasanya di daerah perut kanan atas. Demam dapat terjadi selama 5 sampai 21 hari.
Adapun pola klasik dari gejala demam tifus adalah sebagai berikut:
- Minggu pertama : demam yang setiap hari suhunya lebih tinggi daripada hari sebelumnya dan terjadi bakterimia (bakteri di dalam darah) sehingga pada minggu ini seorang dokter dapat mengkultur bakteri Salmonella tiphy dari darah penderita.
- Minggu kedua : nyeri perut, khususnya di perut kanan atas dan munculnya bintik-bintik merah di badan. Nyeri perut ini berkaitan dengan bakteri yang akhirnya sampai di hati dan kandung empedu dan merkembang biak disitu. Disini dokter dapat mulai melakukan uji widal (sensitifitasnya rendah, spesifisitas tinggi).
- Minggu ketiga : hepatosplenomegali (pembesaran hati dan limfa) dan juga terjadinya perdarahan dan perforasi usus (bocornya usus dan luka-luka) akibat bakteri yang sudah berada di jaringan limfa usus. Disini dapat terjadi bakterimia sekunder (yg primer pada minggu pertama) dan peritonitis (radang selaput perut) yang berbahaya.
Penyakit tifus sendiri bukanlah penyakit yang berbahaya, apalagi setelah era ditemukannya antibiotik. Namun bagi anda yang anggota keluarganya menderita tifus sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit dan perlu untuk dimondokkan di rumah sakit atau puskesmas. Hal ini terkait dengan pemberian antibioti yang teratur, istirahat total dan dari segi makanan.
Seseorang penderita tifus perlu beristirahat total agar sistem imunnya kuat untuk melawan kuman tifus sehingga mencegah komplikasi seperti peritonitis (radang selaput perut) dan sepsis (bakteri di seluruh tubuh/darah). Diharapkan dengan beristirahat total di tempat tidur maka lamanya sakit dapat berkurang. Perlu juga di perhatikan jenis makanan yang boleh dimakan oleh penderita. Ada baiknya penderita memakan makanan yang lunak dahulu hingga sembuh. Hal ini karena pada usus penderita juga sedang terjadi proses infeksi, sehingga dengan makanan lunak dapat membantu kerja usus dalam mencerna makanan.
Demikianlah sedikit penjelasan tentang penyakit demam tifoid (tifus). Ada benarnya pepatah tentang lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena penyakit ini disebabkan memakan makanan/minuman yang kurang bersih maka sebaiknya perhatikanlah kebersihan makanan yang anda makan erleih dahulu.
Seseorang penderita tifus perlu beristirahat total agar sistem imunnya kuat untuk melawan kuman tifus sehingga mencegah komplikasi seperti peritonitis (radang selaput perut) dan sepsis (bakteri di seluruh tubuh/darah). Diharapkan dengan beristirahat total di tempat tidur maka lamanya sakit dapat berkurang. Perlu juga di perhatikan jenis makanan yang boleh dimakan oleh penderita. Ada baiknya penderita memakan makanan yang lunak dahulu hingga sembuh. Hal ini karena pada usus penderita juga sedang terjadi proses infeksi, sehingga dengan makanan lunak dapat membantu kerja usus dalam mencerna makanan.
Demikianlah sedikit penjelasan tentang penyakit demam tifoid (tifus). Ada benarnya pepatah tentang lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena penyakit ini disebabkan memakan makanan/minuman yang kurang bersih maka sebaiknya perhatikanlah kebersihan makanan yang anda makan erleih dahulu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar