
Kira2 seminggu yang lalu aku baru aja selesai membaca novel yang berjudul "Scarlett - karya: Alexandra Ripley".
Buku yang sangat menakjubkan menurutku.
Buku ini adalah sekuel dari novel fenomenal "Gone with The wind - karya: Margareth Mitchell" yang terbit hampir seabad sebelumnya (1939). Buku ini pertama sekali terbit tahun 1991, dan butuh waktu sekitar 5 tahun bagi Alexandra Ripley (1934-2004) untuk menulisnya. Ripley sendiri dipilih oleh yayasan Margareth Mitchell's estate untuk menulis cerita yang merupakan kelanjutan dari Gone With The Wind (GWTW) yang sampai sekarang telah terjual lebih dari 30 juta copi.
Banyak kritikan terhadap novel ini, namun tetap saja dapat dikatakan bahwa penulisnya mendapatkan ketenaran yang luar biasa, disamping novel yang terjual lebih dari 2 juta copi. Untuk membandingkan segalanya tentang kedua novel tersebut maka kamu dapat klik website berikut:
http://www.ew.com/ew/article/0,,309214,00.html
Berikut sinopsisnya:
Dalam akhir kisah Gone with the Wind diceritakan tentang Scarlett yang berniat pulang ke Tara untuk memulai hidup baru dan bertekad merebut kembali cinta Rhett Butler, sang suaminya yang berniat menceraikannya. Pada akhir Gone With The Wind juga diketahui bahwa Melanie Wilkes meninggal dunia, meninggalkan suaminya, Ashley Wilkes, yang mana adalah cinta sejati Scarlett. Kini dalam sekuelnya, Scarlett, pembaca diajak untuk mengikuti petualangan Scarlett O'Hara selanjutnya.
Dari Tara (rumah keluarga Scarlett), wanita cantik bermata hijau ini berangkat ke Charleston, tempat keluarga Rhett tinggal, dan berusaha untuk berbaikan dengan Rhett, tetapi ditolak mentah2 dan menjadi cemohan warga Charleston. Karena putus asa, Scarlett akhirnya merantau ke ballyhara di Irlandia, tempat tanah leluhur ayahnya yang tidak pernah dikenalnya sebelumnya, namun dengan benih Rhett di perutnya.
Di Ballyhara dia membeli tanah pusaka leluhurnya dengan uang perceraian yang diberikan suaminya dan di sana ia membangun sebuah kota, membesarkan anaknya dan menjadi pimpinan tertinggi kaum O'Hara. Semua orang menghormati dan memujanya, mendapat kehormatan untuk datang ke pesta Ratu Inggris dan pria-pria berusaha mendekatinya. Tapi hanya Rhett yang diinginkannya. Dengan penuh harap dia menanti... sampai datang berita bahwa Rhett telah menceraikannya dan akan menikah dengan gadis Charleston.
Hancur hati Scarlett. Namun dengan semboyan nya "hari esok akan lebih baik" Scarlett melalui semuanya dengan penuh keanggunan seorang gadis selatan.
